web statistics
Portal Berita Garoet Pos
  • News
    • Breaking News
    • Depth News
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    • Regional
    • Soft News
    • Video News
  • Entertainment
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Feature
    • Travel
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Netizen
  • Technology
Portal Berita Garoet Pos
No Result
View All Result
  • News
  • Entertainment
  • Netizen
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sainstek
  • Seni Budaya
  • Sosial
  • Lifestyle
Home Religi

Humor Orang NU ke Orang Muhammadiyah Soal Tahlilan Gak Usah Bawa Pulang Berkatnya

Perbedaan Pendapat Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Mengenai Tahlilan

Hermawan Furqon by Hermawan Furqon
April 8, 2022
in Religi
0

Garoetpos.com– Ciri Khas santri di pesantren adalah humor yang terkadang dibumbui saling ledek. Ledekan yang menunjukan sikap toleran, sehingga terasa segar dan sarat kebersamaan.
Bagi sebagian besar kalangan umat Islam Indonesia tentu sudah paham jika di negara kita ada dua organisasi besar, yaitu NU dan Muhammadiyah. Keduanya dalam beberapa hal, terutama tentang fiqih sering kali berseberangan. Salah satunya soal tahlilan.

 

Dikutip dari Republika.co.id, warga Muhammadiyah tentu tidak tahlilan karena alasan sederhananya tidak dicontohkan Nabi Muhammad. Sementara Orang NU menganggap, tahlilan adalah tradisi yang baik yang bisa mempererat silaturahim.
Meski tidak ikut tahlilan, biasanya warga Muhammadiyah tetap datang ketika ada tetangga yang mengundangnya untuk tahlilan memperingati tiga hari atau tujuh hari orang meninggal. Jika warga Muhammadiyah datang ke tahlilan lebih kepada tenggang rasa.

Jika dahulu warga Muhammadiyah dan orang NU sulit disatukan, saat ini cenderung mencair. Seperti cerita warga Muhammadiyah yang ikut tahlilan tetangganya tersebut, mereka datang tetapi tetap tidak makan, minum, dan membawa pulang berkat seperti halnya jamaah yang lain.

Biasanya orang NU yang mengundang tidak akan marah melihat berkatnya dianggurin. Yang terjadi malah keluar guyonan.

“Mas kok gak dibawa berkatnya,” kata orang NU.
“Gak apa-apa, Mas,” jawab warga Muhammadiyah
“Mas, kalau gak mau bawa pulang, kita makan di tempat aja berkatnya,” ledek orang NU yang dijawab tertawa warga Muhammadiyah.

Sikap toleran orang NU dan Muhammadiyah tersebut mengingatkan pengalaman menarik yang pernah dilakukan dua tokoh ulama NU dan Muhammadiyah, yaitu Prof Hamka dan KH. Idham Kholid saat menjadi imam shalat.

Ketika Prof. Hamka menjadi iman shalat Subuh dan KH. Idham Khalid makmumnya, Prof. Hamka pada rakaat kedua sebelum sujud membaca doa qunut. Nah, usai shalat KH. Idham Khalid bertanya,” kenapa Prof membaca qunut”. Prof. Hamka menjawab” kan makmunnya pak kiayi”.

Sebaliknya saat KH. Idham Khalid menjadi imam shalat Subuh dan Prof. Hamka jadi makmumnya, maka KH. Idham Khalid tidak membacakan doa qunut.

Itulah indahnya toleransi dan kebersamaan, yang justru dilakukan oleh tokoh besar NU dan Muhammadiyah dan terus menular kepada ummatnya. (*)

Share :
Tags: MuhammadiyahNahdlatul Ulama
Hermawan Furqon

Hermawan Furqon

Praktisi IT Yang Menggemari Dunia Musik, Film dan Game

Related Posts

Ustadz Said Haryadi Ingatkan Pemimpin Harus Siap Dikritik Jangan Seperti Fir’aun
Religi

Ustadz Said Haryadi Ingatkan Pemimpin Harus Siap Dikritik Jangan Seperti Fir’aun

by Hermawan Furqon
March 30, 2023
Ustadz Said Haryadi Anjurkan Sedekah Jelang Bulan Puasa
Religi

Ustadz Said Haryadi Anjurkan Sedekah Jelang Bulan Puasa

by Hermawan Furqon
March 21, 2023
Hari Ini, Lebih Dari Satu Juta Jemaah Haji Melaksanakan Ibadah Wukuf di Padang Arafah
Religi

Hari Ini, Lebih Dari Satu Juta Jemaah Haji Melaksanakan Ibadah Wukuf di Padang Arafah

by Hermawan Furqon
July 8, 2022
Dalam Ruang Publik Tak Ada Larangan Seorang Perempuan Jadi Seorang Pemimpin
Religi

Dalam Ruang Publik Tak Ada Larangan Seorang Perempuan Jadi Figur Pemimpin

by Hermawan Furqon
May 24, 2022
Religi

Kumpulan 10 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H

by Hermawan Furqon
April 25, 2022
Next Post
Wakil Ketua MPR RI Akui Desa Kunci Sukses Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Wakil Ketua MPR RI Akui Desa Kunci Sukses Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Bagi 10 Artis ini Puasa Ramadhan Tak Berkesan Lagi Karena Pindah Agama

Bagi 10 Artis ini Puasa Ramadhan Tak Berkesan Lagi Karena Pindah Agama

Presiden RI Yang Kurang Beruntung

Presiden RI Yang Kurang Beruntung

No Result
View All Result
Cognitive Technology What It Is, Why It Matters, and How Organizations Are Using It Today
English Version

Cognitive Technology: What It Is, Why It Matters, and How Organizations Are Using It Today

by Hermawan Furqon
January 10, 2026
1

Cognitive technology is a practical umbrella term for software that mimics aspects of human cognition—perceiving, reasoning, learning, and conversing—to help...

Quantum Computing: The Next Technological Revolution

Quantum Computing: The Next Technological Revolution

January 10, 2026
How Faster Loading Speed from the Best Hosting Can Boost Your SEO

How Faster Loading Speed from the Best Hosting Can Boost Your SEO

January 10, 2026
Best Insurance Companies in Indonesia Safeguarding Your Future Garoetpos.com,png

Best Insurance Companies in Indonesia – Safeguarding Your Future

January 10, 2026
Process For Hard Drive Data Recovery and Data RAID Recovery www.garoetpos.com

Process For Hard Drive Data Recovery and Data RAID Recovery

January 10, 2026
More Benefits of Project Management Software For Your Company garoetpos.com

More Benefits of Project Management Software For Your Company

January 10, 2026
Portal Berita Garoet Pos

  • Disclaimer
  • Our Team
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2026 Garoetpos.com - PT Calva Literasi Mandiri - Build by Calva Indonesia

No Result
View All Result
  • News
  • Entertainment
  • Netizen
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sainstek
  • Seni Budaya
  • Sosial
  • Lifestyle

© 2026 Garoetpos.com - PT Calva Literasi Mandiri - Build by Calva Indonesia

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used