Garut, 17 Maret 2026 – Tingginya angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Garut menjadi perhatian berbagai pihak. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kasus HIV/AIDS di wilayah ini terus menunjukkan tren peningkatan sehingga memerlukan upaya penanganan yang lebih komprehensif. Permasalahan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan kolaborasi lintas pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media untuk memperkuat edukasi, pencegahan, serta mengurangi stigma di masyarakat.
Dalam konteks tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Garut menggelar kegiatan Iftar bersama karyawan yang dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS bekerja sama dengan Rumah Sakit Intan Husada. Kegiatan ini menghadirkan sesi edukasi kesehatan yang disampaikan langsung oleh tenaga medis secara interaktif, membahas berbagai aspek penting mulai dari cara penularan, langkah pencegahan, hingga pentingnya membangun pemahaman yang benar agar masyarakat tidak lagi memandang penderita HIV/AIDS dengan stigma negatif.
Pimpinan Cabang PNM Garut, Sumawinata, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen PNM dalam memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat. “Kami berharap melalui kegiatan ini, seluruh peserta dapat memperoleh pengetahuan yang lebih baik mengenai HIV/AIDS sehingga dapat meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan serta menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat. Momentum kebersamaan di bulan Ramadan ini juga menjadi kesempatan yang baik untuk belajar dan berbagi hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, PNM Cabang Garut berharap kebersamaan yang terbangun tidak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga menghadirkan pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya menjaga kesehatan serta saling peduli terhadap sesama. Semangat tersebut sejalan dengan tema Ramadan Madani: Maknai Harmoni, yang mengajak seluruh pihak untuk menghadirkan harmoni dalam kehidupan sosial melalui kolaborasi, kepedulian, dan berbagi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan langkah kecil seperti edukasi kesehatan ini, diharapkan kesadaran kolektif dapat terus tumbuh sehingga upaya pencegahan HIV/AIDS dapat dilakukan bersama secara lebih terbuka, inklusif, dan berkelanjutan.














