Garoetpos.com – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keselamatan dan keamanan ketenagalistrikan, PLN UP3 Garut menyelenggarakan talkshow edukatif di Radio Reks 103,7 FM Garut, pada Kamis, 26 Juni 2025.
Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat lebih peduli terhadap kelistrikan dan dapat menghindari bahaya listrik yang tidak diinginkan.
Hadir sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut adalah dari PLN ULP Pameungpeuk yang dihadiri Team Leader K3L dan Kam, Muhammad Imam Budi Utama, yang didampingi Team Leader K3L dan Kam ULP Cibatu, Dila Satria.
Dalam talkshow tersebut para narasumber menghimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik. Sebab, bermain layang-layang di dekat jaringan listrik berpotensi membahayakan orang yang bersangkutan dan masyarakat. Selain itu, layang-layang yang tersangkut bisa mengganggu pasokan listrik ke masyarakat dan menyebabkan listrik padam.
Mengacu Peraturan Daerah Kabupaten Garut Nomor 18 Tahun 2017 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan disebutkan pada Pasal 13 bahwa setiap orang dilarang bermain layangan menggunakan tali dari bahan metal, logam, kawat dan sejenisnya.

Kemudian pada Pasal 30 disebutkan bahwa setiap orang yang melanggar ketentutan Pasal 13 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan dan/atau pidana denda paling banyak Rp 50.000.000.
PLN mengajak kerja sama dari semua pihak untuk menjaga keamanan jaringan listrik khususnya di jalur distribusi dengan tidak bermain layang-layang sehingga pasokan listrik kepada pelanggan tetap aman, andal dan berkualitas.
Manager PLN UP3 Garut, Atikah Dewi Anggreny, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah upaya PLN untuk meminimalisir munculnya bahaya akibat listrik yang mengancam keselamatan masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih peduli menjaga keandalan pasokan listrik bersama-sama dengan tidak bermain layangan di area jaringan distribusi,” imbuh Atikah.
Ditempat terpisah, General Manager PLN UID Jawa Barat, Tonny Bellamy, menyampaikan bahwa setiap unit kerja PLN UID Jawa Barat harus memberikan edukasi mengenai kelistrikan kepada masyarakat untuk memberikan keamanan sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.
“Kami berharap melalui media talkshow ini, PLN dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat, serta memastikan penyaluran tenaga listrik yang aman, andal dan berkualitas,” pungkas Tonny.














