Garoetpos.com-.Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melaksanakan Diseminasi Program Kebahasaan dan Kesastraan Tahun 2025 kepada ekosistem pendidikan pada 31 Agustus 2025 di Hotel Harmoni, Garut. Hadir dalam kesempatan ini mitra strategis Komisi X DPR RI yang diwakili oleh Bapak Ferdiansyah. Dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa turut hadir Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Bapak Ganjar Harimansyah dan Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Bapak Imam Budi Utomo. Kegiatan ini dikuatkan juga oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Bapak Asep Wawan Budiman.
Badan Bahasa sebagai lembaga yang memiliki tugas mengembangkan, membina, melindungi, dan meningkatkan status bahasa Indonesia pada tahun 2025 memiliki empat pilar prioritas, yaitu pemartabatan bahasa Indonesia, peningkatan kecakapan literasi, pelindungan bahasa daerah, dan penginternasionalan bahasa Indonesia. Untuk itu, diperlukan kolaborasi yang baik dengan mitra strategis dalam melaksanakan dan mendiseminasikan program-program tersebut. Salah satu mitra strategis tersebut ialah DPR RI melalui Komisi X.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga legislatif, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi dengan mitra strategis, seperti Komisi X DPR RI, menjadi langkah penting dalam memastikan program pembinaan bahasa dan sastra, mendapatkan dukungan kebijakan serta jangkauan yang lebih luas. Komisi X DPR RI, yang memiliki fokus pada bidang pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata, berperan signifikan dalam mendorong keberhasilan program ini melalui fungsi legislasi dan pengawasan, serta memperkuat implementasi program khususnya pada bidang pendidikan di berbagai wilayah.
Dalam konteks pendidikan, bahasa dan sastra memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa, memperkuat identitas nasional, serta membangun sarana komunikasi yang efektif di berbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan bahasa dan sastra tidak hanya bertujuan untuk menjaga kedaulatan bahasa Indonesia, tetapi juga untuk mendorong peningkatan kemampuan literasi, khususnya literasi kebahasaan dan kesastraan dalam arus globalisasi. Program pembinaan bahasa dan sastra perlu didiseminasikan secara luas terutama pada pemangku kepentingan dan pelaku pendidikan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta dapat diimplementasikan dalam kegiatan pendidikan.
Kegiatan kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyamakan visi, mengoptimalkan sumber daya, dan memperkuat jaringan kerja dalam mendiseminasikan program pembinaan bahasa dan sastra, khususnya kedaulatan bahasa Indonesia yang mendukung program penguatan literasi kebahasaan dan kesastraan. Melalui sinergi yang terbangun, program ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, tetapi juga mendorong peningkatan budaya literasi di Indonesia. Dengan literasi yang kuat, masyarakat diharapkan mampu berpikir kritis, berkomunikasi efektif, serta berpartisipasi aktif dalam membangun peradaban bangsa yang maju dan berdaya saing.
Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta dari ekosistem pendidikan, khususnya pendidik dan tenaga pendidikan di Kabupaten Garut. Peserta kegiatan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang implementasi kedaulatan bahasa Indonesia, khususnya dalam kegiatan pembelajaran serta komunikasi di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, peserta juga dapat memperluas wawasan dan keterampilan dalam mengembangkan dan menerapkan strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan kemampuan literasi kebahasaan dan kesastraan peserta didik. Dalam konteks ini guru dan tenaga kependidikan juga sebagai berlaku sebagai agen perubahan dalam mendiseminasikan program pembinaan bahasa dan literasi di lingkungan pendidikan masing-masing.














