Garoetpos.com – Garut, 21 Oktober 2025. Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Garut, PLN UP3 Garut terus meningkatkan kesiapsiagaan melalui penguatan kompetensi petugas lapangan. Salah satunya dilakukan dengan pelaksanaan Akademi Yantek (Pelayanan Teknik) pada Senin, 20 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi wadah pelatihan intensif bagi para petugas untuk memastikan sistem kelistrikan tetap andal dan aman di tengah tantangan cuaca ekstrem.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi pada Senin, 20 Oktober 2025 hingga Selasa, 21 Oktober 2025 dan dapat berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2025. Wilayah Jawa Barat yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Cianjur, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran.
Menanggapi kondisi tersebut, PLN UP3 Garut mengambil langkah proaktif dengan memantapkan keterampilan teknis petugas lapangan melalui Akademi Yantek. Kegiatan ini meliputi pembekalan teknis keselamatan kerja, simulasi penanganan gangguan saat hujan lebat dan angin kencang, serta penguatan koordinasi antar unit dalam menjaga keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.



“Melalui Akademi Yantek, kami memastikan seluruh petugas lapangan siap menghadapi berbagai kondisi lapangan, termasuk bencana hidrometeorologi yang sering terjadi pada musim penghujan. Kesiapan ini menjadi kunci agar masyarakat tetap mendapatkan layanan listrik yang andal dan aman,” ujar Atikah Dewi Anggreny, Manager PLN UP3 Garut.
Lebih lanjut, Atikah menegaskan bahwa pihaknya juga telah menyiapkan tim siaga gangguan serta peralatan pendukung di titik-titik rawan gangguan, khususnya di wilayah yang sering terdampak hujan deras dan petir. “Koordinasi dan kewaspadaan menjadi prioritas utama kami. Dengan pelatihan berkelanjutan ini, kami berharap petugas mampu merespons cepat apabila terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem,” tambahnya.
Bencana hidrometeorologi merupakan fenomena bencana alam yang disebabkan oleh aktivitas cuaca di atmosfer (meteorologi), air (hidrologi), atau lautan (oseanografi). Bentuknya antara lain banjir, longsor, badai, angin kencang, kekeringan, dan kebakaran hutan. Bencana jenis ini dapat mengganggu kontinuitas pasokan listrik.
Di tempat terpisah, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, menyampaikan melalui langkah antisipatif ini, PLN berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan terbaik, memastikan pasokan listrik tetap stabil, serta menjaga keselamatan masyarakat di tengah dinamika cuaca yang tidak menentu.














