Garut, 01 Juni 2026- Menanam satu pohon mungkin terlihat sederhana, tetapi manfaatnya bisa dirasakan bertahun-tahun. Dari akar yang menahan tanah, daun yang membantu memperbaiki kualitas udara, hingga batang yang tumbuh menjadi peneduh, pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Jika satu pohon saja sudah memberikan manfaat besar, apalagi 29.000 pohon?. Di tengah tantangan perubahan iklim, gerakan penghijauan juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk merawat ruang hidup masyarakat, sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya poin 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan poin 15 tentang Ekosistem Daratan.
Semangat inilah yang dibawa oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM), lembaga keuangan plat merah yang selama ini dikenal melalui pembiayaan dan pendampingan usaha bagi masyarakat prasejahtera. Melalui program PNM Peduli, kepedulian tersebut diperluas ke aspek lingkungan lewat gerakan penanaman pohon di 58 cabang di seluruh Indonesia. Setiap cabang menanam minimal 500 bibit pohon sehingga dikalkulasi menjadi 29.000 pohon sebagai ikhtiar sederhana untuk menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat, tempat mereka bekerja, berusaha, dan membangun harapan bagi keluarga.
Gerakan ini juga menjadi kelanjutan dari semangat RE3 FOR-E, sebuah kampanye keberlanjutan yang sebelumnya berhasil mengumpulkan 20 ton pakaian layak pakai dari Insan PNM. Pakaian tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, bersamaan dengan buku bacaan sebagai bentuk dukungan terhadap akses literasi. Dari pakaian yang diberi kehidupan kedua, buku yang membuka ruang belajar, hingga pohon yang ditanam untuk masa depan, rangkaian ini memperlihatkan bahwa kepedulian dapat hadir dalam banyak bentuk.
Nilai yang sama kemudian diteruskan melalui PNM Mengajar, yang menjangkau 58 SMK dari Sabang hingga Merauke. Melalui rangkaian tersebut, pemberdayaan tidak hanya dimaknai sebagai akses modal, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan pengetahuan, kepedulian, dan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Sebab pada akhirnya, masa depan yang lebih baik tidak hanya dibangun dari usaha yang berkembang, tetapi juga dari bumi yang tetap dirawat bersama.
Dari rangkaian tersebut, manfaat yang ingin dihadirkan tidak hanya berhenti pada kegiatan, tetapi tumbuh bersama masyarakat yang merasakannya secara langsung. Bagi para penerima manfaat, pohon yang ditanam, pakaian dan buku yang disalurkan, hingga ruang belajar yang dibuka menjadi bagian dari harapan sederhana: lingkungan yang lebih nyaman, akses pengetahuan yang lebih luas, dan kehidupan yang perlahan bergerak ke arah yang lebih baik.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PNM Cabang Garut atas inisiatif dan kontribusinya dalam kegiatan penanaman pohon ini. Kegiatan ini merupakan langkah yang sangat tepat dan bermanfaat, tidak hanya untuk kita saat ini, tetapi juga untuk masa depan Indonesia. Penanaman pohon adalah bentuk investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Kami berharap upaya ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program kolaborasi yang lebih baik di masa yang akan datang. PNM memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan ini. Melalui sinergi antara PNM dan BUMDes, kita dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan.
Semoga langkah nyata yang kita lakukan hari ini dapat memberikan dampak positif bagi kelestarian alam, serta mengembalikan keindahan dan kesejukan Gunung Guntur bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.” Ujar Drs. Denny Hamdani, M.M Selaku Direktur bumdes sauyunan, Desa Pasawahan.











