Garoetpos.com – Ketua LSM GAS (Gabungan Anak Sunda), Mulyono Khadafi beberapa waktu lalu memberikan ulasannya terkait sosok seorang pemimpin. Dalam diskusi ringan bersama orang lemah khaum dhuafa atau penyandang disabilitas tunanetra, mengungkapkan bahwa seorang pemimpin itu tak boleh alergi terhadap kritik.
Ia mencontohkan seperti pada kisah Fir’aun di zaman Nabi Musa AS. Ia menyebutkan terlebih dahulu kala para ahli sihir mendekati Fir’aun dan bertanya apa yang akan mereka dapat jika membantu, Fir’aun menjanjikan mereka posisi dan kedudukan yang paling dekat dengan Fir’aun.
“Jawaban Fir’aun adalah:
قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ إِذًا لَّمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ
Qāla na’am wa innakum iżal laminal-muqarrabīn
Yang artinya:
“Ya, kalau begitu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)”.

Mulyono menekankan bahwa di dalam Al Quran ada jawaban dan solusi dari semua persoalan yang dihadapi, tinggal bagaimana kita cerdas saja mengambil benang merah dengan kehidupan kita. Pintar-pintarlah kita mengambil saripati, berlian dan mutiara di dalam Al Quran.
“Sebagai pemimpin kita sudah diingatkan oleh Allah SWT agar kita selalu adil dan harus bersedia dikritik oleh rakyat kita, Jangan sampai kita seperti Fir’aun yang menuhankan dirinya, mengagungkan dirinya dan tidak mau menerima kritik sama sekali,” tegasnya.











