Garoetpos.com – Garut, 14 Juli 2026. Pada Juli 2026, musim angin yang identik dengan permainan layang-layang kembali menjadi perhatian PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Garut. Di balik keseruannya, aktivitas bermain layang-layang berpotensi menyebabkan gangguan pasokan listrik apabila dilakukan di dekat jaringan listrik.
Sepanjang 2026, terjadi 126 gangguan pasokan listrik akibat layang-layang tersangkut di jaringan listrik atau sebanyak 31,34 persen. Jumlah tersebut menjadikan layang-layang sebagai faktor penyebab gangguan tertinggi, melampaui pohon, binatang, petir, kawat putus, maupun gangguan peralatan lainnya.
“Selain berpotensi menyebabkan padamnya listrik, layang-layang yang mengenai jaringan bertegangan juga dapat membahayakan keselamatan masyarakat,” kata Atikah Dewi Anggreny, Manager PLN UP3 Garut. “Risiko akan semakin tinggi apabila menggunakan benang berbahan logam atau mencoba mengambil layang-layang yang tersangkut tanpa bantuan petugas,” tambahnya.
Oleh karena itu, Atikah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keandalan pasokan listrik dengan lebih bijak memilih lokasi bermain layang-layang. “Kami mengimbau masyarakat agar tidak menerbangkan layang-layang di sekitar jaringan listrik demi keselamatan bersama dan agar pasokan listrik tetap andal,” ujarnya.
Menurutnya, PLN aktif mengimbau masyarakat terkait tidak bermain layang-layang dekat dengan jaringan listrik itu melalui sosialisasi di desa-desa maupun dengan cara sosialisasi door to door.

General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengatakan bahwa keandalan listrik tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur PLN, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam mencegah gangguan kelistrikan. Dengan menghindari aktivitas yang berpotensi mengganggu jaringan listrik, kita turut menjaga pasokan listrik tetap aman dan andal bagi seluruh pelanggan,” ucap Joharifin.
PLN mengimbau masyarakat untuk memilih area terbuka yang jauh dari jaringan listrik saat bermain layang-layang, tidak menggunakan benang berbahan logam, serta tidak mencoba melepaskan layang-layang yang tersangkut pada jaringan listrik.
Apabila menemukan potensi bahaya maupun gangguan kelistrikan, masyarakat dapat segera melaporkannya melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123 agar dapat ditangani oleh petugas PLN secara cepat, aman, dan tepat sesuai prosedur.











