Garoetpos.com – Garut, 30 Juni 2026. Memasuki musim kemarau, potensi terjadinya kebakaran mengalami peningkatan. Suhu udara yang tinggi dan minimnya curah hujan membuat lingkungan menjadi lebih kering, sehingga dedaunan, rumput, maupun material lain lebih mudah terbakar. Dalam kondisi tersebut, percikan api akibat kelalaian maupun gangguan instalasi listrik dapat memicu kebakaran yang menyebar dengan cepat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Garut mengajak pelanggan untuk lebih bijak dan waspada dalam menggunakan listrik. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan di antaranya memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan sesuai standar, tidak menumpuk penggunaan stop kontak pada satu titik, serta segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang sudah rusak.
Manager PLN UP3 Garut, Atikah Dewi Anggreny, mengatakan bahwa kesadaran masyarakat dalam menggunakan listrik secara aman menjadi salah satu kunci utama mencegah terjadinya kebakaran, terutama saat musim kemarau.
“Musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah dan menggunakan peralatan listrik sesuai kapasitasnya. Apabila menemukan potensi bahaya pada jaringan listrik, segera laporkan melalui PLN Mobile agar dapat segera ditangani,” katanya.

Di Bandung, General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama antara PLN dan masyarakat.
“PLN terus berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang andal sekaligus mengutamakan aspek keselamatan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan instalasi listrik dan lingkungan sekitar agar risiko kebakaran dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Melalui edukasi ini, PLN berharap masyarakat semakin peduli terhadap keselamatan ketenagalistrikan sehingga musim kemarau dapat dilalui dengan aman, nyaman, dan bebas dari risiko kebakaran yang disebabkan oleh kelalaian penggunaan listrik.











