Garoetpos.com – Garut, 25 Juni 2026. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Garut memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama masa liburan sekolah. Sebanyak 33 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai lokasi strategis telah disiagakan untuk melayani kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di wilayah Garut.
SPKLU tersebut berada di sejumlah titik seperti Kantor PLN, area pemerintahan, rumah sakit, pusat layanan publik, hotel, hingga kawasan yang menjadi tujuan perjalanan masyarakat. Selain memastikan seluruh unit beroperasi dengan baik, PLN juga melakukan pengecekan fasilitas pendukung seperti rambu penanda, informasi penggunaan, barcode layanan, hingga kesiapan petugas di lapangan.
Manager PLN UP3 Garut, Atikah Dewi Anggreny, mengatakan bahwa kesiapan SPKLU menjadi bagian dari upaya PLN dalam memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang memanfaatkan kendaraan listrik selama periode liburan.
“Kami ingin memastikan pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan tenang selama liburan sekolah. Seluruh SPKLU yang tersebar di wilayah kerja PLN UP3 Garut telah kami siapkan agar pelanggan dapat dengan mudah mengakses layanan pengisian daya kapan pun dibutuhkan,” katanya.

Masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile untuk mengetahui lokasi SPKLU terdekat, memantau ketersediaan charger, serta mendapatkan navigasi menuju lokasi pengisian daya.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa PLN terus berkomitmen mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan infrastruktur yang andal dan mudah diakses.
“Kehadiran SPKLU yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat merupakan bentuk komitmen PLN dalam memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik. Kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan liburan yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Dengan kesiapan 33 unit SPKLU tersebut, PLN optimistis kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik selama masa liburan sekolah dapat terlayani dengan baik, sekaligus mendukung transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.











