Garoetpos.com – Garut, 29 Juni 2025 – Di tengah gelombang cuaca ekstrem yang belakangan melanda wilayah Garut dan sekitarnya, PLN UP3 Garut menunjukkan komitmennya dalam menjaga pasokan listrik tetap stabil dan andal untuk masyarakat. Intensitas hujan yang meningkat, disertai angin kencang dan potensi longsor, membuat tantangan kelistrikan semakin kompleks. Namun, PLN tidak tinggal diam. Berbagai langkah preventif dan respons cepat terus dijalankan untuk memastikan kebutuhan listrik tetap terpenuhi tanpa gangguan berarti.
Menurut informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam beberapa hari ke depan wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Garut, diperkirakan akan kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Cuaca yang tidak menentu ini disertai kilat, petir, dan angin kencang, sehingga risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor tetap tinggi. Kondisi tersebut sudah mulai dirasakan, dengan beberapa titik di Garut yang mengalami gangguan pada jaringan listrik akibat longsor dan banjir.
Manager PLN UP3 Garut, Atikah Dewi Anggreny, menjelaskan bahwa PLN telah menyiagakan tim respons cepat yang bekerja siang dan malam untuk menangani gangguan yang muncul. “Kami menyadari bahwa listrik adalah kebutuhan vital yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat, mulai dari rumah tangga, usaha hingga fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, kami berupaya keras agar pasokan listrik tidak terputus, sekalipun cuaca ekstrem melanda,” ujarnya.
Atikah menambahkan bahwa dengan berkoordinasi dengan BPBD, Perangkat Desa dan Stakeholder lainnya, pemulihan pasokan listrik di beberapa daerah yang terdampak banjir dan longsor berhasil dilakukan dengan cepat dan tuntas.
“Tim kami di lapangan luar biasa. Meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca buruk dan medan yang sulit, mereka bergerak cepat sehingga beberapa pelanggan yang sebelumnya terdampak padam kini sudah menikmati listrik kembali 100 persen,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi gangguan di masa mendatang, PLN UP3 Garut juga melaksanakan berbagai upaya preventif. Salah satu langkah utama adalah pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi tumbang dan menimpa jaringan listrik. Selain itu, dilakukan pula inspeksi rutin dan pemeliharaan infrastruktur kelistrikan, termasuk pemeriksaan kabel dan tiang listrik untuk memperkuat daya tahan terhadap terpaan cuaca buruk.
“Mitigasi risiko adalah kunci. Kami optimis dengan langkah-langkah preventif ini, kualitas dan keandalan pasokan listrik dapat terus kami jaga, bahkan ketika badai dan hujan deras datang,” pungkas Atikah.
PLN juga aktif mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan partisipasi dalam menjaga kelistrikan. Melalui media sosial dan kunjungan langsung, PLN mengajak warga untuk melaporkan potensi gangguan atau kondisi berbahaya di sekitar jaringan listrik melalui aplikasi PLN Mobile. “Dengan laporan cepat dan akurat dari masyarakat, kami dapat segera menindaklanjuti dan mempercepat proses penanganan,” jelas Atikah.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Tonny Bellamy, menegaskan bahwa kesiapan tim di lapangan menjadi faktor penting.
“Kami ingin memastikan tidak ada kendala kelistrikan yang mengganggu aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, kami juga mengimbau masyarakat untuk memberikan izin dan dukungan ketika tim kami melakukan pembersihan dan perabasan pohon yang berpotensi mengganggu jaringan,” ujarnya.
Tonny menambahkan pesan penting agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik menghadapi cuaca ekstrem ini.
“Jika ada gangguan atau potensi gangguan listrik, segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau hubungi Contact Center PLN 123. Dengan begitu, kami bisa merespons dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.













