Garoetpos.com – PT PLN (Persero) menurunkan sebanyak 161 personel terlatih yang tergabung dalam Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) untuk memastikan keandalan jaringan listrik di wilayah selatan Kabupaten Garut. Tim ini diturunkan untuk melakukan pengecekan langsung jaringan listrik tanpa mematikan aliran listrik demi menjaga layanan tetap menyala. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Tonny Bellamy, menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk konkret dari peningkatan kualitas pelayanan PLN kepada pelanggan. Kegiatan ini diikuti oleh 161 personel yang berasal dari berbagai wilayah di lingkup PLN UID Jawa Barat.
Disebutkannya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata peningkatan kualitas pelayanan PLN kepada masyarakat. Kegiatan pengecekan jaringan listrik ini merupakan program berkelanjutan yang sebelumnya telah dilakukan di berbagai wilayah Jawa Barat, dan kali ini difokuskan di selatan Garut, mengingat peran vital kelistrikan dalam menopang berbagai aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.
Personel PDKB yang dikerahkan ke Garut selatan ini, imbuhnya, berasal dari delapan Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN di berbagai daerah, termasuk Sukabumi, Cianjur, Depok, Bogor, Cikarang, Gunung Putri, dan Cimahi. Mereka juga didukung oleh petugas dari Pelayanan Teknik (Yantek) UP3 Garut. Kolaborasi ini menunjukkan semangat gotong royong lintas daerah dalam menjaga pasokan listrik tetap andal.
“Tim PDKB dan Yantek adalah garda terdepan dalam menjaga pasokan tenaga listrik agar tetap menyala tanpa henti demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan, dan mendukung keberlangsungan sektor pendidikan, usaha, hingga sosial”, ujar Tonny dalam Upacara Gelar Bakti PDKB di Rancabuaya, Kecamatan Caringin, Garut, Selasa, 8 Juli 2025.
Ia menambahkan, seluruh personel yang ditugaskan sudah memiliki keahlian dalam menangani permasalahan jaringan listrik secara langsung tanpa harus mematikan aliran listrik. Mereka juga dibekali dengan pakaian dan peralatan khusus demi menjaga keselamatan selama bekerja.
Diungkapkannya, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan ke depan. Diharapkan, hasil dari bakti PDKB ini dapat langsung dirasakan masyarakat, terutama di daerah yang sebelumnya rawan mengalami pemadaman.



“Saya bangga memiliki tim PDKB yang setiap hari mempertaruhkan nyawa demi keandalan listrik serta kepuasan pelanggan”, katanya. PLN, lanjut Tonny, terus berkomitmen mewujudkan layanan kelistrikan berstandar tinggi yang berfokus pada kepuasan pelanggan.
Bagi PLN, layanan kelistrikan bukan sekadar penyediaan energi, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup manusia dari sisi ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Pihaknya, menurut Tonny, memiliki tanggung jawab mewujudkan pasokan listrik yang kokoh sebagai pondasi pembangunan nasional secara merata dan berkeadilan. PLN juga mendukung penuh program-program strategis pemerintah.
Upacara gelar pasukan PDKB juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana. Ia menyampaikan apresiasinya atas perhatian PLN terhadap kebutuhan infrastruktur kelistrikan di wilayah selatan Garut yang terus berkembang.
Menurut Nurdin, wilayah selatan Garut saat ini telah tumbuh sebagai pusat aktivitas masyarakat di berbagai sektor, seperti pendidikan, ekonomi, dan sosial. Ia menyebut bahwa jaringan internet yang digunakan di wilayah tersebut juga sangat bergantung pada ketersediaan listrik.
“Kalau listrik padam di selatan, semua berhenti. Termasuk sinyal komunikasi. Dampaknya sangat besar, bahkan bisa mengganggu aktivitas ekonomi”, ucap Nurdin.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin dan meluas ke wilayah lain, agar seluruh masyarakat Kabupaten Garut dapat menikmati layanan listrik yang andal dan berkelanjutan.
“Ini bagian dari pelayanan publik yang nyata. Terima kasih kepada PLN atas upaya luar biasanya”, tuturnya.
Lebih jauh Nurdin menyampaikan, kegiatan Gelar Bakti PDKB ini menjadi bukti bahwa keandalan listrik bukan hanya urusan teknis, melainkan juga menyangkut kehidupan masyarakat sehari-hari. Dengan listrik yang stabil, aktivitas masyarakat bisa terus berjalan, dan pembangunan bisa lebih merata hingga ke pelosok Garut.












