Garut, 25 Juli 2025 —PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus berkomitmen untuk menyalakan harapan para perempuan pengusaha ultra mikro melalui kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar di Kabupaten Garut. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian “Sosialisasi Literasi Inklusi Keuangan bagi Para Pelaku UMKM” yang digelar atas sinergi antara PNM Cabang Garut, OJK Tasikmalaya, dan Pemerintah Kabupaten Garut. Sebanyak 50 pelaku UMKM, mayoritas perempuan prasejahtera, hadir dalam kegiatan ini membawa serta harapan untuk memperbaiki taraf hidup keluarga, menambah ilmu, dan meneguhkan peran sebagai pilar ekonomi rumah tangga.
Berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Garut menunjukkan bahwa lebih dari 62% pelaku UMKM di Garut adalah perempuan, dan mayoritas di antaranya berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. Mereka bukan hanya berjuang di dapur dan rumah tangga, tetapi juga menjadi tulang punggung usaha kecil yang menopang ekonomi lokal. Namun, banyak dari mereka masih menghadapi keterbatasan akses ke layanan keuangan formal dan minimnya pendampingan berkelanjutan.
PNM hadir menjawab tantangan itu. Tidak hanya dengan menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menyuntikkan pengetahuan dan semangat lewat berbagai program pendampingan yang holistik, seperti Mba Maya (Membina dan Memberdaya) untuk para ketua kelompok, Mpok Rena (Retensi Nasabah) bagi nasabah aktif dan disiplin, pelatihan klasterisasi usaha, webinar, hingga studi banding ke daerah lain. Dalam skala yang lebih luas, PKU Akbar yakni pelatihan berskala besar yang bukan hanya membekali peserta dengan ilmu, tetapi juga memperkuat jaringan dan solidaritas sesama pelaku usaha. Di sinilah, para perempuan prasejahtera menemukan tempat untuk tumbuh bersama, berbagi kisah, dan saling menguatkan.
Pimpinan Cabang PNM Garut Sumawinata menyampaikan bahwa pemberdayaan serta pendampingan ultra mikro lah yang menjadi pembeda antara PNM dengan lembaga keuangan lain sehingga harapannya PNM dapat selalu tumbuh bersama dengan nasabahnya. “PNM bukan sekadar lembaga keuangan. Kami adalah lembaga pemberdayaan dengan visi jangka panjang untuk mendampingi perempuan prasejahtera tumbuh melalui usaha-usaha kecil mereka secara utuh, secara ekonomi, pengetahuan, dan mentalitas kewirausahaan,” Ujar Sumawinata.
Dengan semangat #TumbuhPeduliMenginspirasi, PNM terus meyakini bahwa pemberdayaan sejati lahir dari kolaborasi antara akses modal, edukasi, dan pendampingan berkelanjutan. Harapannya, perempuan-perempuan hebat ini tidak hanya akan menjadi mandiri secara finansial, tetapi juga menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. Karena bagi PNM, setiap usaha kecil adalah awal dari perubahan besar. PNM akan terus berusaha hadir, menebar semangat, dan mendampingi perjalanan para pengusaha ultra mikro untuk tumbuh bersama Indonesia.














