Garoetpos.com – Garut, 28 Januari 2026. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Garut menggelar sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sekaligus membagikan tips keselamatan kelistrikan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa Barat.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dalam beberapa hari terakhir terjadi hujan dengan intensitas lebat di berbagai daerah, di antaranya Nusa Tenggara Barat (83,8 mm/hari), Maluku (70,4 mm/hari), Sulawesi Selatan (63,4 mm/hari), Bali (61,5 mm/hari), Banten (60,2 mm/hari), Jawa Barat (54,8 mm/hari), dan Sulawesi Barat (50,1 mm/hari). Kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor regional, seperti keberadaan sirkulasi siklonik serta penguatan monsun dingin Asia.
BMKG juga menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai seiring menguatnya monsun Asia dan munculnya bibit siklon tropis di wilayah selatan Indonesia. Situasi tersebut berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, hingga peningkatan risiko gangguan kelistrikan.
Manager PLN UP3 Garut, Atikah Dewi Anggreny, mengatakan bahwa sosialisasi K3 ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya kelistrikan akibat hujan lebat dan angin kencang.


“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah, serta segera melapor ke PLN jika menemukan potensi gangguan atau bahaya kelistrikan,” ucap Atikah.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama PLN dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
“PLN terus mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan listrik. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan demi mencegah risiko kecelakaan kelistrikan,” kata Sugeng.
Melalui sosialisasi K3 ini, PLN UP3 Garut berharap masyarakat lebih memahami langkah-langkah keselamatan kelistrikan sehingga dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan.
Selain itu, PLN juga mengajak masyakarat untuk melaporkan potensi yang dapat mengakibatkan gangguan kelistrikan akibat cuaca ekstrem seperti pohon tumbang, banjir, dan tanah longsor melalui aplikasi canggih PLN Mobile.














