free web site hit counter
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Friday, October 16, 2026
Garoet Pos
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News
    • Breaking News
    • Depth News
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    • Regional
    • Soft News
    • Video News
  • Entertainment
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Feature
    • Travel
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Netizen
  • Technology
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News
    • Breaking News
    • Depth News
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    • Regional
    • Soft News
    • Video News
  • Entertainment
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Feature
    • Travel
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Netizen
  • Technology
No Result
View All Result
Garoet Pos
No Result
View All Result
Home Lifestyle Feature

Part 3 Sastra Hijau ” Catatan Musim Daun Teh “

Waktu Berlalu, Nurul Pun Sudah Menjadi Seorang Mahasiswi Dan Akan Mengunjungi Kakek Dan Neneknya Di Kampung Halaman, Lalu bertemulah dengan Andra.

Hermawan Furqon by Hermawan Furqon
April 13, 2022
in Feature, Lifestyle
0
Sastra Hijau " Catatan Musim Daun Teh "

Cover buku karya sastra hijau. Sumber foto : Sarah Nurul Fadillah.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garoetpos.com – Waktu pun terus berlalu, akhirnya aku mendapatkan izin keluar kota sendirian. Yah, karena sekarang aku sudah menjadi mahasiswi di semester pertama. Di hari libur semester ini akupun mendapatkan izin ke rumah kakek, dengan sangat bergembiranya aku pun langsung memberi tau kakek kalau aku akan menginap dengan waktu yang cukup lama disana.

Sore itu, ku nikmati suasana perjalanan dalam bus. Ramainya penumpang yang melihat gunung batu, celengan besar yang terbuat dari kayu maupun tanah liat, pedagang asongan dalam bus, ada juga anak kecil yang nangis. Tapi semua itu tidaklah menggangguku, Karena saking senangnya dan ingin cepat-cepat bertemu kakek dan nenek.

Akhirnya ku memasuki kawasan perkebunan, udara masih tetap sama begitupun dengan perkebunan teh . Tapi sekarang,

Kupu-kupu pun seolah menghilang

Kabut pun sangat terlihat menakutkan

Tak ada lagi ceria tawa anak-anak

Hanya gunung yang masih terlihat sama

Air pun tak sederas dulu

Hanya embun yang setia pada daun teh itu

Apakah masih ada sosok yang sempat membuka mataku dulu

Sosok yang mengenalkanku untuk belajar pada alam?

Ataukah aku hanya sendiri disini bersama kenangan?

Kemana perginya masa-masa itu?

Kenapa sekarang sudah tak lagi sama?

Semua tidak sehangat seperti dulu lagi

Sejenak ku menutup mata dan mencoba menghadirkan semua kenangan itu.

***

Kakek dan nenek terlihat sudah menua, tapi hanya hangatnya senyum mereka yang masih terlihat sama, berada di pelukan mereka membuat air mata ku tak berhenti keluar, rasa kangen yang sangat luar biasa. Melihat lemari buku yang sudah tua dan sedikit berdebu, tata letak barang yang masih sama.

Duduk di dekat jendela sambil melihat hamparan perkebunan teh yang diiringi angin membuat pikiran dan hati merasa tenang, rasanya enggan beranjak sedikitpun, suasananya masih tidak berubah seperti dulu. Hanya saja teriakan, tawa anak-anak yang sudah menghilang. Belalang pun masih diam di tempat sama, tak ada belalang yang terbang kesana kemari karena anak-anak mendekati mereka.

Tiba-tiba Andra datang dengan senyumannya yang sangat khas dan begitu kalemnya, akupun menghapirinya dengan rasa rindu yang tak bisa ku ungkapkan. Ntahlah ada apa dengan perasaanku ini, detak jantung yang begitu cepat. Apakah ini yang dinamakan rindu? Andra masih memperlakukanku seperti gadis kecil dulu, mengusap kepalaku dan mengacak-ngacak rambutku. Tiba-tiba Andra andra bilang sama kakek kalau kita akan pergi ke perkebunan teh sore ini.

Dibalik senja yang terhalang oleh kabut, Andra memegang dan menarik tanganku dengan setengah berlari ketengah perkebunan. Indahnya biru langit, hamparan hijaunya perkebunan teh, dingin dan jernihnya air pegunungan mengingatkanku pada masa itu. Masa dimana bagiku Andra adalah kakak laki-laki ku, yang selalu melindungi dan menghiburku dengan berbagai cara bodoh yang dia lakukan.

Tiba-tiba andra menepak punggungku,

Andra berkata “Wey, kenapa melamun? Apalagi yang kamu sesalkan, kita masih bisa merasakan indahnya tempat ini kembalikan”.

Hhmm, senyumku terlempar.

Bersambung…

Lanjut Part 4

Tags: CerpenKisah Romantisperkebunan tehpermainan kunopersahabanSastra hijau
Previous Post

Part 2 Sastra Hijau ” Catatan Musim Daun Teh “

Next Post

Cara Kasat Intelkam Polres Garut Berbagi di Bulan Puasa Kepada Penyandang Tuna Netra

Hermawan Furqon

Hermawan Furqon

Praktisi IT yang mempunyai hobi bermusik dan games.

Next Post

Cara Kasat Intelkam Polres Garut Berbagi di Bulan Puasa Kepada Penyandang Tuna Netra

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jelang HUT ke-81 RI, PLN UP3 Garut Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan Kelistrikan melalui Podcast

Jelang HUT ke-81 RI, PLN UP3 Garut Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan Kelistrikan melalui Podcast

August 10, 2026

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

April 1, 2026
PLN UP3 Garut Dukung Produktivitas Industri Melalui Penyalaan Listrik PT Mandala Logam Utama

PLN UP3 Garut Dukung Produktivitas Industri Melalui Penyalaan Listrik PT Mandala Logam Utama

August 10, 2026
Semester I 2026,PLN Perluas Akses Listrik bagi 2.930 Pelanggan di 210 Lokasi se-Jawa Barat

Semester I 2026,PLN Perluas Akses Listrik bagi 2.930 Pelanggan di 210 Lokasi se-Jawa Barat

August 10, 2026
Tentang Kita Dan Hanya Kita

Tentang Kita Dan Hanya Kita

3
Penyakit Langka Perenggut Penglihatan Anak

Penyakit Langka Perenggut Penglihatan Anak

2

LSM PENJARA PN Garut Dorong Program Lapad Ruhama Dibuka Kembali, Anton : Pasien Miskin Jangan Resah

1
Quantum Computing: The Next Technological Revolution

Quantum Computing: The Next Technological Revolution

1
Tuna Netra Asal Garut Ucapkan Terima Kasih kepada Manager PLN UP3 Garut

Tuna Netra Asal Garut Ucapkan Terima Kasih kepada Manager PLN UP3 Garut

October 14, 2026
Menjelang Hari Listrik Nasional, YBM PLN UP3 Garut Gelar Khitanan Massal

Menjelang Hari Listrik Nasional, YBM PLN UP3 Garut Gelar Khitanan Massal

October 14, 2026
PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

October 14, 2026
Peduli Kemanusiaan, Manager PLN UP3 Garut Santuni Warga Tunanetra

Peduli Kemanusiaan, Manager PLN UP3 Garut Santuni Warga Tunanetra

October 13, 2026

Recent News

Tuna Netra Asal Garut Ucapkan Terima Kasih kepada Manager PLN UP3 Garut

Tuna Netra Asal Garut Ucapkan Terima Kasih kepada Manager PLN UP3 Garut

October 14, 2026
Menjelang Hari Listrik Nasional, YBM PLN UP3 Garut Gelar Khitanan Massal

Menjelang Hari Listrik Nasional, YBM PLN UP3 Garut Gelar Khitanan Massal

October 14, 2026
PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

PLN Perkuat Dukungan Program KDKMP melalui Kolaborasi Layanan Kelistrikan

October 14, 2026
Peduli Kemanusiaan, Manager PLN UP3 Garut Santuni Warga Tunanetra

Peduli Kemanusiaan, Manager PLN UP3 Garut Santuni Warga Tunanetra

October 13, 2026
Garoet Pos

Portal berita Garoetpos.com merupakan media online yang menampilkan konten menghibur, mendidik namun tetap kritis, berimbang dan terukur.

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 Garoet Pos - Dari Garut Untuk Indonesia by Calva Indonesia.

No Result
View All Result
  • News
  • Entertainment
  • Netizen
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sainstek
  • Seni Budaya
  • Sosial
  • Lifestyle

© 2026 Garoet Pos - Dari Garut Untuk Indonesia by Calva Indonesia.