web statistics
Portal Berita Garoet Pos
  • News
    • Breaking News
    • Depth News
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    • Regional
    • Soft News
    • Video News
  • Entertainment
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Feature
    • Travel
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Netizen
  • Technology
Portal Berita Garoet Pos
No Result
View All Result
  • News
  • Entertainment
  • Netizen
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sainstek
  • Seni Budaya
  • Sosial
  • Lifestyle
Home Lifestyle Kuliner

Bukan Cuma Dodol, Ini Sejarah 4 Kuliner Khas Garut yang Legendaris dan Mendunia

Hermawan Furqon by Hermawan Furqon
January 15, 2026
in Kuliner
0

GARUT, Garoetpos.com – Kabupaten Garut menyimpan kekayaan warisan rasa yang turun-temurun. Jika bicara soal kuliner khas, mayoritas orang pasti langsung teringat Dodol. Namun, tahukah Anda bahwa ada banyak makanan tradisional lain yang memiliki nilai sejarah unik?

Berikut adalah ulasan sejarah 4 kuliner legendaris Garut berdasarkan catatan budaya dan sejarah:

1. Dodol Garut: Ikon Sejak Era 1930-an

Tumpukan Dodol Garut klasik yang dibungkus kertas minyak dan tekstur dodol yang legit
Tumpukan Dodol Garut klasik yang dibungkus kertas minyak dan tekstur dodol yang legit. Sumber foto : Google Gemini

Masyarakat umum mengenal Dodol Garut sebagai oleh-oleh wajib. Namun, sejarah mencatat bahwa industri ini mulai menggeliat secara signifikan berkat peran seorang pengusaha wanita bernama Ibu Karsinah pada tahun 1930-an.

Ilustrasi pmbuatan dodol Garut
Gambar hanya ilustrasi pembuatan Dodol Garut sekitar tahun 1930 oleh Google Gemini.

Awalnya, pembuatan dodol adalah upaya masyarakat agraris Garut untuk mengawetkan hasil panen tepung ketan dan gula aren agar tidak terbuang. Resep keluarga Ibu Karsinah kemudian menjadi standar rasa dodol yang kita kenal sekarang: legit, kenyal, dan tahan lama tanpa pengawet buatan.

Referensi: Berdasarkan data dari laman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Dodol Garut telah diakui sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) yang merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Sunda dalam mengolah hasil bumi.

2. Burayot: Estetika “Ngaburayot” dari Leles

Kue Burayot khas Garut dengan bentuk unik yang menggelantung berwarna cokelat gula merah
Kue Burayot khas Garut dengan bentuk unik yang menggelantung berwarna cokelat gula merah. Sumber Foto : Google Gemini

Nama kue berwarna cokelat ini diambil dari Bahasa Sunda. “Burayot” berarti menggelantung. Bentuk unik ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil dari teknik penggorengan khusus. Adonan tepung beras dan gula merah yang digoreng diangkat menggunakan bambu kecil, sehingga adonan yang lembek akan tertarik ke bawah karena gravitasi (menggelantung).

Makanan ini secara historis berakar kuat di wilayah Leles, Kadungora, dan Wanaraja. Dahulu, Burayot adalah sajian sederhana para petani gula aren, namun kini telah naik kelas menjadi oleh-oleh premium.

Referensi: Melansir laman Warisan Budaya Takbenda Indonesia (Kemendikbud), Burayot tercatat sebagai salah satu kekayaan kuliner tradisional Jawa Barat yang teknik pembuatannya masih dipertahankan secara manual hingga hari ini.

3. Sambal Cibiuk: Warisan Dakwah Syekh Jafar Sidiq

Sambal Cibiuk khas Garut berwarna hijau segar dengan tomat dan kemangi di dalam cobek batu
Sambal Cibiuk khas Garut berwarna hijau segar dengan tomat dan kemangi di dalam cobek batu. Sumber Foto : Google Gemini

Berbeda dengan sambal merah yang pedas menyengat, Sambal Cibiuk identik dengan warna hijau dari tomat dan cabai rawit hijau, serta penambahan daun kemangi.

Nilai sejarah sambal ini sangat tinggi karena berkaitan erat dengan penyebaran agama Islam di Garut. Resep ini diyakini merupakan warisan turun-temurun dari keluarga Syekh Jafar Sidiq (Sunan Haruman), seorang tokoh penyebar Islam di kawasan Cibiuk, Garut Utara. Sambal ini dulunya disajikan untuk menjamu tamu-tamu kehormatan yang datang berkunjung ke kediaman sang Syekh.

Referensi: Dalam berbagai literatur sejarah lokal dan cerita tutur masyarakat Cibiuk, resep ini dijaga keasliannya oleh keturunan Syekh Jafar Sidiq dan kini menjadi ikon kuliner wisata religi di Garut.

4. Baso Aci (Boci): Evolusi Jajanan Kaki Lima ke Industri Kreatif

Semangkuk Baso Aci (Boci) Garut kuah pedas dengan topping cuanki, pilus, dan jeruk limau
Semangkuk Baso Aci (Boci) Garut kuah pedas dengan topping cuanki, pilus, dan jeruk limau. Sumber Foto : Google Image

Jika tiga makanan di atas adalah warisan masa lampau, Baso Aci adalah sejarah modern kebangkitan UMKM Garut. Hingga awal tahun 2010-an, Baso Aci masih dikenal sebagai jajanan pikulan atau gerobakan sederhana di sekolah-sekolah Garut.

Ledakan sejarahnya terjadi sekitar tahun 2016-2018, di mana para pelaku usaha muda Garut mulai mengemas baso aci dalam kemasan vakum instan. Inovasi ini mengubah “jajanan kampung” menjadi komoditas industri yang dikirim ke seluruh Indonesia hingga ke luar negeri.

Referensi: Fenomena ini tercatat dalam berbagai laporan perkembangan UMKM Kabupaten Garut, di mana sektor kuliner kemasan (termasuk Baso Aci) menjadi penyumbang signifikan pertumbuhan ekonomi kreatif daerah dalam satu dekade terakhir.

Kekayaan kuliner Garut bukan hanya soal rasa, tapi juga cerita di baliknya. Dengan mencicipinya, kita turut melestarikan sejarah yang ada di dalamnya. Kuliner mana yang jadi favorit Anda? (Hermawan Furqon)

Share :
Tags: Kuliner Garut
Hermawan Furqon

Hermawan Furqon

Praktisi IT Yang Menggemari Dunia Musik, Film dan Game

Related Posts

Dimsum Mentai Yummy.Me Jajanan Trend Kekinian di Garut
Kuliner

Dimsum Mentai Yummy.Me Jajanan Trend Kekinian di Garut

by Adis Cahyana
November 11, 2025
Fakta Unik Dibalik Asal Usul Nama Cireng Yang Belum Kamu Ketahui
Kuliner

Fakta Unik Dibalik Asal Usul Nama Cireng Yang Belum Kamu Ketahui

by Hermawan Furqon
July 2, 2022
Next Post
YBM dan Srikandi PLN UP3 Garut Salurkan Bantuan Kesehatan dan Pemberdayaan UMKM Perempuan

YBM dan Srikandi PLN UP3 Garut Salurkan Bantuan Kesehatan dan Pemberdayaan UMKM Perempuan

PLN Dukung Touring Motor Listrik Bandung–Pangandaran, Gaya Hidup Berkendara Ramah Lingkungan

PLN Dukung Touring Motor Listrik Bandung–Pangandaran, Gaya Hidup Berkendara Ramah Lingkungan

Talkshow di Radio Medina FM, PLN UP3 Garut Sosialisasikan Promo Tambah Daya dan Edukasi Ketenagalistrikan

Talkshow di Radio Medina FM, PLN UP3 Garut Sosialisasikan Promo Tambah Daya dan Edukasi Ketenagalistrikan

No Result
View All Result
Cognitive Technology What It Is, Why It Matters, and How Organizations Are Using It Today
English Version

Cognitive Technology: What It Is, Why It Matters, and How Organizations Are Using It Today

by Hermawan Furqon
January 10, 2026
1

Cognitive technology is a practical umbrella term for software that mimics aspects of human cognition—perceiving, reasoning, learning, and conversing—to help...

Quantum Computing: The Next Technological Revolution

Quantum Computing: The Next Technological Revolution

January 10, 2026
How Faster Loading Speed from the Best Hosting Can Boost Your SEO

How Faster Loading Speed from the Best Hosting Can Boost Your SEO

January 10, 2026
Best Insurance Companies in Indonesia Safeguarding Your Future Garoetpos.com,png

Best Insurance Companies in Indonesia – Safeguarding Your Future

January 10, 2026
Process For Hard Drive Data Recovery and Data RAID Recovery www.garoetpos.com

Process For Hard Drive Data Recovery and Data RAID Recovery

January 10, 2026
More Benefits of Project Management Software For Your Company garoetpos.com

More Benefits of Project Management Software For Your Company

January 10, 2026
Portal Berita Garoet Pos

  • Disclaimer
  • Our Team
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2023 PT Garoet Pos Media - Build by Calva Indonesia

No Result
View All Result
  • News
  • Entertainment
  • Netizen
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sainstek
  • Seni Budaya
  • Sosial
  • Lifestyle

© 2023 PT Garoet Pos Media - Build by Calva Indonesia

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used