Garutpos- Menikah adalah impian setiap orang, semua orang yang sudah berumah tangga pasti
menginginkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warrohmah. Tapi ada
beberapa kondisi dimana sebagian perempuan harus terpaksa menyandang status single mom
tanpa menanyakan kesiapan. Jawabannya “YA” mau tidak mau kita harus siap, salah
satunya “Kematian” itu yang tidak bisa kita hindari, ada juga beberapa situasi dan
kondisi yang mengharuskan seorang wanita untuk mengambil keputusan menjadi seorang
orangtua tunggal.
Menjadi single mom atau single parent Bukanlah mimpi setiap wanita. Ibu tunggal
adalah ketika kita memutuskan hidup sendiri tanpa suami, entah itu memang suami meninggal
atau karena perceraian. Namun akan terlihat berbeda jika suami yang meninggal
dunia, ini dianggap lebih baik dari pada berpisah karena perceraian.
Sebenarnya sama aja kan?. Entah mengapa kedudukan dimata masyarakat sangat berbeda.
Menjadi single mom atau Bahasa yang sering di dengar adalah “janda” merupakan hal
terberat yang harus di hadapi wanita. Apalagi dilingkungan kita sekarang menjadi “janda”
apalagi “janda muda” adalah predikat yang dihindari oleh orang-orang, apalagi para suami yang
sudah beristri, walaupun sering kali para janda atau single mom korban fitnah, hinaan,
dan cibiran yang dilakukan oleh lingkungannya.
Untuk semua single mom tidak usah berkecil hati, memang kita tidak akan pernah bisa
menghilangkan atau mengubah status kita sebagai single mom atau janda, selama kita masih
belum ada pendamping hidup. Tetapi kita dapat mengubah pikiran negatif tentang single mom
yang semua berawal dari diri kita sendiri, hati, pola pikir, dan semangat yang ada
dalam diri kita. Jangan terus meratapi status tapi mulai lah berpikir dan melakukan hal positif.
Pada tahun pertama menjadi single mom itu merupakan kekacauan. Di mana di tahun pertama
kita harus berperan ganda untuk anak-anak maupun diri kita sendiri, mengurus anak, bekerja,
mengurus ini dan itu sendiri, yang biasanya dibantu atau di depan sosok suami. Awal pertama
pasti sangat berat, depresi, bingung, merasa stres bercampur segala emosi itu pasti. mencoba
dan melihat sekeliling bahwa ada keluarga dan teman-teman yang memberikan
dukungan, apalagi anak-anak.










