Garoetpos.com – Garut, 29 Juli 2026. PT PLN (Persero) Uni Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Garut meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sistem kelistrikan sebagai tindak lanjut atas prakiraan cuaca BMKG yang menyampaikan bahwa sampai dengan awal Agustus 2026, El Niño menguat sehingga perlu diwaspadai kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dan angin kencang. Hal ini berpotensi memicu gangguan pada sistem kelistrikan. Oleh karena itu, PLN melakukan langkah antisipatif guna memastikan pasokan listrik tetap andal bagi masyarakat.
Sejumlah potensi risiko bencana hidrometeorologi bisa terjadi pada musim pancaroba yang ditandai cuaca ekstrem seperti angin kencang dan udara panas terik pada pagi hingga siang hari seperti sekarang ini. Di antaranya pohon atau dahan tumbang dan baliho atau papan reklame roboh. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PLN terus memantau perkembangan cuaca serta memperkuat koordinasi agar penanganan gangguan dapat dilakukan secara cepat dan aman.
Manager PLN UP3 Garut, Atikah Dewi Anggreny, mengatakan seluruh personel dan peralatan telah disiagakan untuk menjaga keandalan pasokan listrik.
“Kami telah menyiagakan personel dan peralatan agar setiap potensi gangguan dapat ditangani dengan cepat. Masyarakat juga kami imbau segera melaporkan potensi bahaya kelistrikan melalui PLN Mobile atau kanal resmi PLN,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa PLN Mobile membantu masyarakat memantau tindak lanjut penyelesaian gangguan dengan mudah dan cepat.


Sementara itu, General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh unit menjadi kunci dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan.
“PLN terus memperkuat mitigasi dan koordinasi agar pelayanan kepada pelanggan tetap optimal. Keselamatan masyarakat dan keandalan pasokan listrik menjadi prioritas kami,” ujarnya.
PLN mengajak masyarakat untuk tidak beraktivitas di sekitar jaringan listrik saat cuaca buruk serta segera melaporkan potensi gangguan melalui aplikasi PLN Mobile. Sinergi antara PLN dan masyarakat diharapkan dapat meminimalkan risiko gangguan serta menjaga pasokan listrik tetap andal selama periode cuaca ekstrem ini.











