free web site hit counter
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sunday, October 4, 2026
Garoet Pos
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News
    • Breaking News
    • Depth News
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    • Regional
    • Soft News
    • Video News
  • Entertainment
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Feature
    • Travel
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Netizen
  • Technology
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News
    • Breaking News
    • Depth News
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    • Regional
    • Soft News
    • Video News
  • Entertainment
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Feature
    • Travel
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Netizen
  • Technology
No Result
View All Result
Garoet Pos
No Result
View All Result
Home News Nasional

Indeks Kebebasan Pers Menurun, Bagaimana Nasib Wartawan di Lapangan?

Pemasungan kebebasan pers di Indonesia sebabkan jurnalis terancam bahaya

Hermawan Furqon by Hermawan Furqon
May 9, 2022
in Nasional
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garoetpos.com – Belakangan ini ancaman terhadap kebebasan pers semakin menjadi-jadi. Di tengah padatnya pertumbuhan media digital saat ini, serangan terhadap kerja wartawan justru datang dari berbagai arah. Tak hanya ancaman fisik dan pemidanaan, kini wartawan juga mesti menghadapi serangan siber hingga disinformasi.

Kekerasan dan ancaman terhadap jurnalis itu dianggap mencoreng kebebasan pers. Tak mengherankan bila Reporters Without Borders baru-baru ini melaporkan bahwa indeks kebebasan pers Indonesia berada di angka 49,27, turun dari 62,60 pada tahun sebelumnya. Dari 180 negara, peringkat Indonesia melorot dari 113 ke 117. Untuk urusan kebebasan pers, Indonesia bahkan berada di bawah Timor Leste, Malaysia, dan Thailand.

Sangat disayangkan, 23 tahun setelah reformasi, jurnalis di Indonesia belum sepenuhnya bebas menjalankan fungsinya. Di Papua, misalnya, wartawan belum sepenuhnya bisa mengungkap fakta. Pemberitaan perihal topik-topik tertentu, seperti LGBT dan pernikahan anak di bawah umur, masih dianggap tabu. Di berbagai daerah, jurnalis yang menginvestigasi kasus korupsi lokal bahkan sering menghadapi intimidasi dan kekerasan fisik dari aparat keamanan. Begitu pula dengan jurnalis yang meliput isu kerusakan lingkungan.

Kasus kekerasan dan ancaman terhadap kebebasan pers itu semakin buruk dalam lima tahun terakhir. Untuk tahun lalu saja, Aliansi Jurnalis Independen mencatat setidaknya ada 43 kasus kekerasan, dari teror dan intimidasi, kekerasan fisik, hingga pelarangan liputan. Pada saat yang sama, wartawan juga menghadapi serangan digital dan penuntutan hukum. Ruang kebebasan pers yang menyempit ini mencerminkan kualitas demokrasi kita.

Maraknya penuntutan hukum tak lepas dari keberadaan pasal karet dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Salah satunya lewat Pasal 27 ayat 3 yang mengatur ihwal penghinaan atau pencemaran nama, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Undang-undang yang semula diniatkan untuk mengatur pelbagai kejanggalan transaksi elektronik itu malah menjadi senjata untuk membungkam dan memidanakan jurnalis.

Tantangan semakin berat dengan kehadiran pasukan siber. Tidak hanya mengaburkan fakta dan mengatur arah pembicaraan di media sosial, para pendengung bayaran ini kerap menjadi motor serangan terhadap media dan jurnalis. Salah satunya lewat doxing, pengungkapan identitas dengan tujuan persekusi, sekaligus untuk merusak kredibilitas jurnalis serta mendelegitimasi karya jurnalistik yang dihasilkan.

Sayangnya, pelaku berbagai serangan itu nyaris tak pernah terungkap. Padahal SAFEnet mencatat ada 13 kasus doxing yang dialami jurnalis Indonesia pada 2017-2020.

Selama masa pemerintahannya, Presiden Joko Widodo gagal menepati janjinya menjamin kebebasan pers. Negara bahkan membiarkan persekusi terhadap jurnalis terus terjadi. Ini tentu sangat memprihatinkan.

Kekerasan dan ancaman terhadap pers, apa pun bentuknya, harus dihentikan. Bila kekerasan dan persekusi terus dibiarkan, dampaknya sangat besar. Menyempitnya kebebasan pers membuat publik tak bisa lagi memperoleh informasi yang akurat dan tepercaya. Tanpa kebebasan pers dan kemerdekaan berpendapat, negara semakin semena-mena.

Sumber : Tempo

Editor : Adis Cahyana

Tags: Kebebasan Pers
Previous Post

Benarkah Penyebaran Covid-19 di Indonesia Menurun Karena Budi Gunadi Sadikin Jadi Menkes RI?

Next Post

Penyebar Hoax Dana Haji Untuk Pembangunan IKN Ada Baiknya Siapkan Pengacara atau Tikar

Hermawan Furqon

Hermawan Furqon

Praktisi IT yang mempunyai hobi bermusik dan games.

Next Post

Penyebar Hoax Dana Haji Untuk Pembangunan IKN Ada Baiknya Siapkan Pengacara atau Tikar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jelang HUT ke-81 RI, PLN UP3 Garut Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan Kelistrikan melalui Podcast

Jelang HUT ke-81 RI, PLN UP3 Garut Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan Kelistrikan melalui Podcast

August 10, 2026

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

April 1, 2026
PLN UP3 Garut Dukung Produktivitas Industri Melalui Penyalaan Listrik PT Mandala Logam Utama

PLN UP3 Garut Dukung Produktivitas Industri Melalui Penyalaan Listrik PT Mandala Logam Utama

August 10, 2026
Semester I 2026,PLN Perluas Akses Listrik bagi 2.930 Pelanggan di 210 Lokasi se-Jawa Barat

Semester I 2026,PLN Perluas Akses Listrik bagi 2.930 Pelanggan di 210 Lokasi se-Jawa Barat

August 10, 2026
Tentang Kita Dan Hanya Kita

Tentang Kita Dan Hanya Kita

3
Penyakit Langka Perenggut Penglihatan Anak

Penyakit Langka Perenggut Penglihatan Anak

2

LSM PENJARA PN Garut Dorong Program Lapad Ruhama Dibuka Kembali, Anton : Pasien Miskin Jangan Resah

1
Quantum Computing: The Next Technological Revolution

Quantum Computing: The Next Technological Revolution

1
Momen Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Dukung YBM PLN UID Jabar Hadirkan Air ke Perbatasan Garut dan Cianjur

Momen Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Dukung YBM PLN UID Jabar Hadirkan Air ke Perbatasan Garut dan Cianjur

September 30, 2026
Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Siapkan Pengamanan Kelistrikan Berlapis untuk Acara Lawung Lingkung 2026

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Siapkan Pengamanan Kelistrikan Berlapis untuk Acara Lawung Lingkung 2026

September 30, 2026
Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Bagikan Tips Trip Planner di PLN Mobile

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Bagikan Tips Trip Planner di PLN Mobile

September 30, 2026
Momen Hari Kesaktian Pancasila, PLN Garut Dukung Ekspansi Industri Sepatu PT Ultimate Noble Indonesia

Momen Hari Kesaktian Pancasila, PLN Garut Dukung Ekspansi Industri Sepatu PT Ultimate Noble Indonesia

September 29, 2026

Recent News

Momen Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Dukung YBM PLN UID Jabar Hadirkan Air ke Perbatasan Garut dan Cianjur

Momen Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Dukung YBM PLN UID Jabar Hadirkan Air ke Perbatasan Garut dan Cianjur

September 30, 2026
Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Siapkan Pengamanan Kelistrikan Berlapis untuk Acara Lawung Lingkung 2026

Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Siapkan Pengamanan Kelistrikan Berlapis untuk Acara Lawung Lingkung 2026

September 30, 2026
Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Bagikan Tips Trip Planner di PLN Mobile

Sambut Hari Kesaktian Pancasila, PLN UP3 Garut Bagikan Tips Trip Planner di PLN Mobile

September 30, 2026
Momen Hari Kesaktian Pancasila, PLN Garut Dukung Ekspansi Industri Sepatu PT Ultimate Noble Indonesia

Momen Hari Kesaktian Pancasila, PLN Garut Dukung Ekspansi Industri Sepatu PT Ultimate Noble Indonesia

September 29, 2026
Garoet Pos

Portal berita Garoetpos.com merupakan media online yang menampilkan konten menghibur, mendidik namun tetap kritis, berimbang dan terukur.

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 Garoet Pos - Dari Garut Untuk Indonesia by Calva Indonesia.

No Result
View All Result
  • News
  • Entertainment
  • Netizen
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sainstek
  • Seni Budaya
  • Sosial
  • Lifestyle

© 2026 Garoet Pos - Dari Garut Untuk Indonesia by Calva Indonesia.