free web site hit counter
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, September 24, 2026
Garoet Pos
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News
    • Breaking News
    • Depth News
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    • Regional
    • Soft News
    • Video News
  • Entertainment
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Feature
    • Travel
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Netizen
  • Technology
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News
    • Breaking News
    • Depth News
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    • Regional
    • Soft News
    • Video News
  • Entertainment
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Feature
    • Travel
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Netizen
  • Technology
No Result
View All Result
Garoet Pos
No Result
View All Result
Home Lifestyle Kesehatan

Peneliti Ungkap Resiko Bagi Kesehatan Jika Botol Plastik Bekas Dipakai Lagi

Hermawan Furqon by Hermawan Furqon
February 21, 2023
in Kesehatan
0
Peneliti Ungkap Risiko Bagi Kesehatan Jika Botol Plastik Bekas Dipakai Lagi

botol air kemasan bekas. foto: Shutterstock

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Garoetpos.com – Membeli minuman dalam botol air plastik banyak dilakukan masyarakat saat ini. Namun peneliti menyatakan, orang yang minum dari botol plastik disebut dapat menelan dosis mikroplastik yang tidak sehat alias partikel plastik kecil berukuran kurang dari lima milimeter.

Seberapa besar bahayanya bagi tubuh? Partikel-partikel tersebut tidak terurai dengan mudah dan akan menumpuk seiring waktu di tubuh, menurut sebuah proses yang disebut bioakumulasi.

Meskipun belum ada bukti yang jelas antara mikroplastik dan penyakit serius, para peneliti semakin mengkhawatirkan efek jangka panjangnya. Dilansir laman Hindustan Times, kekhawatiran ini dikarenakan bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik, beberapa di antaranya telah dikaitkan dengan penyakit serius. Kehadiran mikroplastik dalam feses manusia menunjukkan bahwa manusia terpapar mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari.

Artinya, mikroplastik telah masuk ke dalam rantai makanan dan menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan pangan. Itu juga hadir dalam air kemasan secara global.

Studi yang memeriksa mikroplastik dalam air kemasan telah melaporkan sebagian besar ukuran partikel kurang dari satu milimeter yang dilepaskan dari badan botol, leher botol, dan tutupnya. Warna partikel yang berasal dari bahan botol itu sendiri transparan sedangkan yang berasal dari tutupnya berwarna biru atau hijau.

Polimer plastik yang terdeteksi paling tinggi adalah polyethylene terephthalate (PET) yang digunakan untuk pembuatan bahan botol dan tutup. Studi juga memberikan bukti bahwa mikroplastik dalam air kemasan disebabkan oleh berbagai faktor seperti tekanan fisik selama pengangkutan, guncangan botol, dan injeksi air bertekanan tinggi ke dalam botol di pabrik produksi.

Selain itu, dampak termal selama penyimpanan juga dinilai memperburuk proses fragmentasi. Botol air PET yang dapat digunakan kembali memiliki partikel mikroplastik yang lebih tinggi dibandingkan botol PET sekali pakai.

Sering membuka dan menutup botol juga menyebabkan lebih banyak partikel yang terbentuk akibat gesekan. Pertanyaan kritisnya masih belum terjawab: sejauh mana partikel mikroplastik yang ditemukan dalam air kemasan mengancam kesehatan manusia?

Para peneliti telah mengembangkan sejumlah hipotesis tentang bahaya fisik dan kimia. Tidak ada penelitian yang dipublikasikan secara langsung dalam mempelajari dampak partikel plastik pada manusia.

Satu-satunya penelitian yang ada bergantung pada tes laboratorium yang memaparkan sel atau jaringan manusia ke mikroplastik atau yang menggunakan hewan pengerat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hanya mikroplastik dengan ukuran partikel lebih kecil dari 1,5 mikrometer yang dapat dicerna atau diserap karena kelarutannya dan dikeluarkan secara langsung.

Partikel mikroplastik yang tertelan kurang dari 1,5 mikrometer dari air kemasan mampu bermigrasi melalui dinding usus dan mencapai berbagai jaringan tubuh, termasuk usus, hati, dan kelenjar getah bening. Partikel kecil yang memasuki sel atau jaringan dapat mengiritasi hanya dengan menjadi kehadiran asing yang menyebabkan peradangan jaringan paru-paru yang dapat menyebabkan kanker.

Akumulasi partikel-partikel ini dalam jaringan manusia telah dikaitkan dengan toksisitas kimia. Senyawa seperti peliat, penstabil, dan pigmen yang digunakan dalam produksi dapat dilepaskan oleh mikroplastik dan berjalan melalui tubuh dalam aliran darah.

Bahan kimia ini telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti peradangan, genotoksisitas, stres oksidatif, dan kerusakan pada saluran pencernaan. Bahan kimia yang dilepaskan dari bahan kemasan air kemasan sekarang dikenal sebagai polutan yang muncul dan bahan kimia pengganggu endokrin (EDC) yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius termasuk kanker dan cacat perkembangan.

Efek jangka panjang dari paparan mikroplastik pada kesehatan manusia belum sepenuhnya dipahami, dengan penelitian yang masih berlangsung. Tapi jelas itu adalah potensi bahaya.

Untuk membatasi paparannya, bisa menerapkan langkah-langkah sebagai berikut:

– Jika Anda menggunakan air kemasan sebagai sumber air minum utama, maka harus berusaha meminimalkan gerakan botol saat membuka maupun menutupnya.

– Tidak disarankan untuk menggunakan kembali botol air plastik. Penggunaan kembali meningkatkan laju abrasi permukaan bagian dalam, melepaskan partikel mikroplastik tambahan dari permukaan bagian dalam botol.

– Penting untuk menyimpan botol di tempat yang sejuk dan kering untuk meminimalisasi paparan panas dan sinar matahari. Sinar matahari dapat mempercepat degradasi botol, menjadi lebih rentan melakukan pelepasan partikel mikroplastik. Selain itu, suhu panas menyebabkan botol PET ini melepaskan polutan kimia seperti plasticizer yang dapat mencemari air. Bahan kimia tersebut, seperti phthalates dan bisphenol A (BPA) berbahaya bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. (Republika)

Previous Post

Mengenal Gejala Wabah Difteri dan Tips Cara Mencegahnya

Next Post

Sambut Anniversary ke-32 Asia Toserba Garut Selenggarakan Event “Asia Baby Crawling” Diikuti Puluhan Peserta

Hermawan Furqon

Hermawan Furqon

Praktisi IT yang mempunyai hobi bermusik dan games.

Next Post
Asia Toserba Garut Selenggarakan Event "Asia Baby Crawling" Diikuti Puluhan Peserta Bayi Lucu

Sambut Anniversary ke-32 Asia Toserba Garut Selenggarakan Event "Asia Baby Crawling" Diikuti Puluhan Peserta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jelang HUT ke-81 RI, PLN UP3 Garut Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan Kelistrikan melalui Podcast

Jelang HUT ke-81 RI, PLN UP3 Garut Ajak Masyarakat Jaga Keselamatan Kelistrikan melalui Podcast

August 10, 2026

Pemerintah Putuskan Tarif Listrik Triwulan II 2026 Tidak Naik, PLN Siap Jaga Keandalan dan Kualitas Layanan di Tengah Dinamika Global

April 1, 2026
PLN UP3 Garut Dukung Produktivitas Industri Melalui Penyalaan Listrik PT Mandala Logam Utama

PLN UP3 Garut Dukung Produktivitas Industri Melalui Penyalaan Listrik PT Mandala Logam Utama

August 10, 2026
Semester I 2026,PLN Perluas Akses Listrik bagi 2.930 Pelanggan di 210 Lokasi se-Jawa Barat

Semester I 2026,PLN Perluas Akses Listrik bagi 2.930 Pelanggan di 210 Lokasi se-Jawa Barat

August 10, 2026
Tentang Kita Dan Hanya Kita

Tentang Kita Dan Hanya Kita

3
Penyakit Langka Perenggut Penglihatan Anak

Penyakit Langka Perenggut Penglihatan Anak

2

LSM PENJARA PN Garut Dorong Program Lapad Ruhama Dibuka Kembali, Anton : Pasien Miskin Jangan Resah

1
Quantum Computing: The Next Technological Revolution

Quantum Computing: The Next Technological Revolution

1
Antisipasi Musim Pancaroba, PLN UP3 Garut Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik ke Masyarakat

Antisipasi Musim Pancaroba, PLN UP3 Garut Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik ke Masyarakat

September 22, 2026
Menjejak Manfaat di Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Garut Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Cisewu

Menjejak Manfaat di Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Garut Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Cisewu

September 11, 2026
Bulog salurkan 13 ribu ton beras bantuan pangan untuk 437.793 keluarga

Bulog salurkan 13 ribu ton beras bantuan pangan untuk 437.793 keluarga

September 10, 2026
Menanam Harapan di Tanah Sumedang, PNM Kukuhkan Komitmen Keberlanjutan Lewat PKU Akbar

Menanam Harapan di Tanah Sumedang, PNM Kukuhkan Komitmen Keberlanjutan Lewat PKU Akbar

September 10, 2026

Recent News

Antisipasi Musim Pancaroba, PLN UP3 Garut Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik ke Masyarakat

Antisipasi Musim Pancaroba, PLN UP3 Garut Perkuat Edukasi Keselamatan Listrik ke Masyarakat

September 22, 2026
Menjejak Manfaat di Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Garut Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Cisewu

Menjejak Manfaat di Hari Pelanggan Nasional, PLN UP3 Garut Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Cisewu

September 11, 2026
Bulog salurkan 13 ribu ton beras bantuan pangan untuk 437.793 keluarga

Bulog salurkan 13 ribu ton beras bantuan pangan untuk 437.793 keluarga

September 10, 2026
Menanam Harapan di Tanah Sumedang, PNM Kukuhkan Komitmen Keberlanjutan Lewat PKU Akbar

Menanam Harapan di Tanah Sumedang, PNM Kukuhkan Komitmen Keberlanjutan Lewat PKU Akbar

September 10, 2026
Garoet Pos

Portal berita Garoetpos.com merupakan media online yang menampilkan konten menghibur, mendidik namun tetap kritis, berimbang dan terukur.

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 Garoet Pos - Dari Garut Untuk Indonesia by Calva Indonesia.

No Result
View All Result
  • News
  • Entertainment
  • Netizen
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sainstek
  • Seni Budaya
  • Sosial
  • Lifestyle

© 2026 Garoet Pos - Dari Garut Untuk Indonesia by Calva Indonesia.