Portal Berita Garoet Pos
  • News
    • Breaking News
    • Depth News
    • Internasional
    • Nasional
    • Politik
    • Regional
    • Soft News
    • Video News
  • Entertainment
    • Netizen
  • Lifestyle
    • Feature
    • Travel
    • Fashion
    • Kesehatan
    • Kuliner
  • Netizen
  • Technology
Portal Berita Garoet Pos
No Result
View All Result
  • News
  • Entertainment
  • Netizen
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sainstek
  • Seni Budaya
  • Sosial
  • Lifestyle
Home Lifestyle Feature

Sastra Hijau ” Catatan Musim Daun Teh “

Alam Diubah Ragawi, Yang Hijau Tak Lagi Serupa Warna, Bumi Porak-poranda. Salah Satu Penggalan Cerpen Dari Sebuah Buku Sastra Hijau Yang Ditulis Beberapa Perempuan Dari Sebuah Komunitas Dengan Nama P2I "Perempuan Penulis Indonesia"

Hermawan Furqon by Hermawan Furqon
July 2, 2022
in Feature
0
Sastra Hijau "Catatan Musim Daun Teh"

Sastra Hijau "Catatan Musim Daun Teh", Image : Buku Sastra

Garoetpos.com- Salah satu penggalan cerpen dari sebuah buku sastra hijau yang ditulis beberapa perempuan dari sebuah komunitas dengan nama P2I ” Perempuan Penulis Indonesia “

Dimana menceritakan sebuah kisah dua anak yang saling melindungi yaitu Nurul dan diandra yang terlahir di lingkungan perkebunan teh yang begitu asri dan lingkungan masyarakat yang begitu ramah, dimana salah satu dari mereka harus pindah keluar kota dengan orang tuanya, andra yang selalu menemani nurul dalam kesehariannya terpaksa harus kehilangan masa kecilnya itu, dan ketika bertemu kembali dimasa remajanya.

Waktu itu, ya katakanlah itu kebenarannya, seekor kupu-kupu kecil berwarna merah, hitam dan biru dengan tiba-tiba hinggap tepat di atas kepalaku. Kupu-kupu itu tentu saja si perayu ulung. Ia berbisik sambil mengepakkan sayapnya. Dan entah bagaimana kejadiannya atau mengapa itu bisa terjadi, aku tepat sangat dengan Mas Diandra yang mengambil kupu-kupu dikepalaku. Tatapannya yang begitu dalam dengan senyum sambil berbisik “kupu-kupu ini begitu indah” bisiknya. Tiba-tiba jantung berdebar kencang di tengah-tengah dinginnya hembusan angin.

Kemudian, setelah kejadian itu, yang kutahu tentang musim adalah ingatan pada perkebunan yang diguyuri sedikit gerimis dan kabut.

***

Di saat aku kecil, saat aku masih menjadi perempuan liar yang suka bermain dikebun dengan sikap yang dingin, suka berlari di tengah orang-orang yang sedang mengambil sayuran, aku tidak tahu musim kecuali suatu musim dimana buah dan sayuran melimpah, dan kami anak – anak kampung di beri uang karena membantu mereka memetik sayuran dengan tawa yang sangat penuh. Masih belum cukup sampai di situ, kami berduyun-duyun keluar kampung dan pergi ke perkebunan. Kami harus menelusuri jalan setapak kecil ke kebun-kebun warga, menelusuri kabut.

Tiap menemukan batang-batang buah, kami bersorak seolah baru saja memenangkan permainan, jika ada warga yang sedang makan, pasti kita akan di suruh makan bersama. Tidak hanya itu, setiap awal bulan, perkebunan pasti ramai dengan penjual yang menjual berbagai jenis makanan dan barang lainnya, yang biasa pasar malam perkebunan. ketika pasar malam berakhir, kami tau musim yang sangat menyenangkan telah usai.

Kami tidak pernah memikirkan kapan musim datang lagi. Yang tertinggal hanya kenangan, teriakan dan tawa waktu itu pun samar-samar dan kami menganggap sesuatu yang penting untuk kami jaga sebagai ingatan.

Lalu musim pada waktu yang lain, tidak lagi sekedar musim yang datang dan pergi begitu saja dan dilupakan dengan cepat. Musim membuat mulai apakah tahun depan ku akan kembali lagi? Setelah kumendengar aku akan tinggal bersama kedua orang tuaku di kota lain, dan meninggalkan perkebunan di tengah perkebunan.

Hhmm…kalau ku diberi pilihan lain,maka ku akan tinggal disini saja. Sangat betah tinggal di lingkungan desa, dengan lingkungan perkebunan teh, merasakan dinginnya udara pegunungan, merasakan senyum kepada pemetik teh disetiap pagi. Ku hanya melihat jendela ketika dan memanggilku dan memberi tau kepindahanku. Dengan wajah yang cemberut daguku kontak mata di jendela dengan sedikit air mata.

Kakek mendekatiku dengan posisi yang sama melihat pemandangan perkebunan teh.

Kakek berkata “Nurul, cucu kakek. kamu tau pasti kami cinta, rumah terasa hangat kamu berada disini. Tapi ibu sama bapakmu ingin agar kamu melanjutkan sekolah disana! Nanti kalau hari libur tiba, kamu bisa kesini lagi kan?. Aku pun memeluk kakek dan bilang “Nurul disini aja ya kek, bilang ke ibu”. Kakek tersenyum sambil bertanya. permintaanku tak bisa dipenuhi pikirku.

 

 

 

Tags: CerpenKisah RomantisPerempuan PenulisSastra hijau
Hermawan Furqon

Hermawan Furqon

Praktisi IT Yang Menggemari Dunia Musik, Film dan Game

Related Posts

Kewajiban Persetujuan Lingkungan Untuk Setiap Usaha Dan Kegiatan
Feature

Kewajiban Persetujuan Lingkungan Untuk Setiap Usaha Dan Kegiatan

by Hermawan Furqon
November 23, 2022
Hendak Rindu, Garoetpos.com.jpg
Feature

The Poem Love “Hendak Rindu”

by Hermawan Furqon
July 2, 2022
Buku Antologi Puisi " The Poem Love"
Feature

THE POEM Love “Menghilang”

by Hermawan Furqon
July 2, 2022
Buku Antologi Puisi "The Poem Religi". Sumber : Sarah Nurul Fadillah.
Feature

Puisi Modern “Percikan Cahaya”

by Hermawan Furqon
July 2, 2022
Cinta Nayra
Feature

Part 3 Cinta Nayra

by Hermawan Furqon
July 2, 2022
Next Post
Polemik NU dan Kemenag Atur Puasa Ramadhan Jadi 29 Hari

Polemik NU dan Kemenag Atur Puasa Ramadhan Jadi 29 Hari

Bocah Di Garut Yang Hilang Diduga Hanyut Terbawa Arus Belum Ditemukan

Bocah Di Garut Yang Hilang Diduga Hanyut Terbawa Arus Belum Ditemukan

7 Fakta Fauzan, Bocah 9 Tahun di Garut Yang Hanyut di Selokan

7 Fakta Fauzan, Bocah 9 Tahun di Garut Yang Hanyut di Selokan

No Result
View All Result

Berita Lainnya

Jelang Hari Anak Nasional, YBM PLN Kolaborasi Bersama Srikandi PLN UP3 Garut Salurkan Paket Daging Qurban ke Masyarakat dan Pondok Pesantren
Regional

Jelang Hari Anak Nasional, YBM PLN Kolaborasi Bersama Srikandi PLN UP3 Garut Salurkan Paket Daging Qurban ke Masyarakat dan Pondok Pesantren

by Hermawan Furqon
June 23, 2024
0

Garoetpos.com - Sebagai wujud rasa syukur insan PLN untuk terus menebar kebaikan terhadap sesama, YBM PLN dan Srikandi PLN UP3...

BPKH Gelar Hajj Run 2024 di Kota Padang: Tingkatkan Antusiasme Masyarakat dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

BPKH Gelar Hajj Run 2024 di Kota Padang: Tingkatkan Antusiasme Masyarakat dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

November 5, 2024
Pemkab Garut Berkolaborasi dengan DPRD Gelar Opsih di Objek Wisata Situ Bagendit

Pemkab Garut Berkolaborasi Dengan DPRD Gelar Opsih di Objek Wisata Situ Bagendit

May 14, 2022
Wagub Jabar: THR Tak Boleh di Cicil Harus Dibayar Penuh

Wagub Jabar: THR Tak Boleh di Cicil Harus Dibayar Penuh

April 21, 2022
Energize Perusahaan Wood Pellet, PLN UP3 Garut: Keberhasilan 5 Tahun di Bawah Kepemimpinan Erick Thohir Hadirkan Pertumbuhan Energi Berkelanjutan

Energize Perusahaan Wood Pellet, PLN UP3 Garut: Keberhasilan 5 Tahun di Bawah Kepemimpinan Erick Thohir Hadirkan Pertumbuhan Energi Berkelanjutan

September 20, 2024
Portal Berita Garoet Pos

  • Disclaimer
  • Our Team
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2023 PT Garoet Pos Media - Build by Calva Indonesia

No Result
View All Result
  • News
  • Entertainment
  • Netizen
  • Olahraga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Religi
  • Sainstek
  • Seni Budaya
  • Sosial
  • Lifestyle

© 2023 PT Garoet Pos Media - Build by Calva Indonesia

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used